Seputar Jatim
Headlines News :
 photo UCAPANTOTOK-1.jpg

Nyolong Play Station Pemuda Babak Belur Di Hajar Massa

 
BANGKALAN- SeputarJAtim.com
Wajah Mosleh babak belur dihakimi massa. Pria berusia 23 tahun ini tertangkap tangan mencuri playstation (PS) milik Rusdiansyah, 27, warga Kampung Kejawan, Desa/Kecamatan Kamal, Selasa malam (23/7). Nyawa warga Desa Kampak, Kecamatan Geger ini selamat setelah polisi mengamankannya dari amuk massa. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Selasa sekitar pukul 14.30 tersangka menyewa playstation di rumah Rusdiansyah.
Sekitar pukul 16.30, Rusdiansyah pergi ke Kota Bangkalan, sementara rental PS dijaga saudaranya, Gusmario, 17. Rusdi yang baru tiba di rumahnya sekitar pukul 19.00, dibuat kaget karena PS-nya raib. Saat itu juga, korban curiga pada tersangka yang sejak sore berada di rentalnya. ”Sebab, tersangka menyewa selama empat jam Mas,” ungkap Rusdiansyah saat ditemui di Mapolsek Kamal, kemarin (24/7).
Karena curiga, korban bersama temannya berusaha mencari tersangka di sejumlah tempat nongkrong di Kamal. Sekitar 30 menit mencari, akhirnya tersangka ditemukan tidak jauh dari rumahnya. ”Warga marah karena barang yang dicuri masih dipegang.
Untung, saat kejadian polisi berada di lokasi,” terang Kapolsek Kamal AKP Puguh Suatmojo. Dijelaskan, tersangka mengalami luka memar di bagian wajah dan leher setelah menjadi bulan-bulanan massa. ”Tersangka diamankan bersama barang bukti (BB) satu unit PS merek Sony,” ungkap Puguh Suatmojo yang kemarin didampingi Kanitreskrim Aiptu B. Maryanta.

Kepala Desa Di Sumenep Dominan Perempuan..

SeputarJatim.Com Sumenep
Pemilihan kepala desa serentak tahap pertama di Kota Sumekar sudah tuntas. Dari 191 pilkades yang sudah digelar, sebanyak 31 persennya dimenangkan Kades perempuan. Srikandisrikandi politik itu dilantik bersama-sama di pendapa kemarin. Apa yang menarik.
WAJAH-wajah semringah memancar dari sejumlah Kades yang baru dilantik di Pendapa Sumenep. Dengan baju kebesaran warna putih yang dipadu dengan sepatu putih kinclong mereka tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Nyaris tak ada wajah bersedih dari mereka. Raut wajah berseri itu tidak hanya terlihat pada saat prosesi pelantikan. Bersama dengan kerabat atau pendukungnya langsung foto-foto di lokasi pelantikan di pendapa.
Bupati Sumenep A. Busyro Karim yang melihat kebahagiaan para Kades itu hanya tersenyum ringan?Dari sekian raut wajah semringah itu tak sedikit di antaranya dari kaum hawa. Meski seorang perempuan tapi tak sedikit pun kecanggungan terlihat dari wajah mereka. Malah mereka terlihat berbaur satu dengan lainnya sesama Kades perempuan. Berdasarkan data di panitia  pelantikan, dari 191 kades terpilih sebanyak 31 persen merupakan kaum perempuan.
Keterwakilan pemimpin perempuan tersebut juga direspons positif oleh Bupati A. Busyro Karim. Menurut bupati, untuk legislatif saja harus memenuhi kebutuhan kuota 30 persen perempuan dan masih membutuhkan undang-undang untuk penerapannya. Tapi, kepala desa secara otomatis keterwakilan tersebut langsung terwujud. Sekadar informasi, ada beberapa desa yang saat ini dipimpin perempuan.
Untuk sekadar menyebut contoh, misalnya di Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong; Desa Banbaru, Kecamatan Gili Genting dan Desa Ketawang Laos, Kecamatan Guluk-Guluk. Selain tiga desa tersebut, ada beberapa desa lain juga yang dipimpin kaum hawa. Seperti Desa/Kecamatan Bluto; Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken; Desa Beraji, Kecamatan Gapura. Yang lebih menarik lagi, dari sekian Kades perempuan itu umumnya banyak melanjutkan kepemimpinan suaminya.
Biasanya, Kades perempuan itu mencalonkan diri setelah suaminya tidak bisa mencalonkan diri lantaran sudah dua periode. Namun, ada dua desa yang bukan karena alasan suaminya tidak bisa mencalonkan diri. Yakni, Desa Beraji dan Desa Sepanjang. Untuk Desa Beraji karena suaminya memang kalah dalam pertarungan pilkades, sedangkan di Sepanjang lantaran suaminya mencalonkan diri menjadi calon anggota DPRD Jatim.
Selain itu, penyelenggaraan pilkades serentakPilkades Serentak, 500 Personel Siaga. Read more ... » bertahap di Sumenep menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah pemilihan kepala desa di Madura.   Sebelumnya, di Madura tidak pernah ada penyelenggaraan pilkades serentak bertahap dengan jumlah desa penyelenggara sebesar itu. Yang tidak kalah menariknya adalah tempat pelaksanaan pelantikan di pendapa.
Sepanjang sejarah pelantikan pilkades di Sumenep belum pernah dilaksanakan di pendapa. Maklum, pendapa merupakan tempat dilantiknya kepala daerah seperti bupati atau setidaknya pelantikan anggota dewan atau kepala dinas. Namun, pada pelantikan pilkades  tahun ini untuk kali pertamanya dilaksanakan di sana. ”Sepanjang sejarah baru kali ini pelantikan kepala desa dilaksanakan di pendapa,” terang bupati A. Busyro Karim.

TAHUN 2013 PAMEKASAN KEMBALI MERAIH ADIPURA


Pamekasan kembali meraih Tropy Adipura tahun 2013. Penghargaan bergengsi bidang kebersihan lingkungan ini diterima oleh Bupati Pamekasan Drs. Achmad Syafii MSi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Senin (10/6). Bupati Syafii didampingi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pamekasan Drs Didik Haryadi MSi.

Bagi Pamekasan Tropy Adipura tahun 2013 ini merupakan yang ketiga kalinya. Penghargaan pertama diraih 1996 saat Pamekasan dipimpin Bupati Drs Soebagio. Kedua diraih dalam rentang waktu yang sangat panjang yakni tahun 2011 lalu, saat Pamekasan dipimpin Drs KH Khalilurrahman MSi.

“Alhamdulillah prestasi ini kembali diraih Pamekasan. Ini menunjukkan bahwa upaya dan kerja keras masyarakat Pamekasan dan semua elemen yang terlibat didalamnya membuahkan hasil. Mari kita pertahankan prestasi ini, bukan hanya dalam penghargaan formalitasnya saja, namun dalam aspek riil bidang kebersihan dan lingkungan yang sehat,” kata Bupati Syafii.

Kepala BLH Didik Hariadi mengatakan, penghargaan Adipura yang diterima oleh Pamekasan membutuhkan proses lama. Maklum, serangkaian penilaian telah dilakukan oleh tim dari provinsi dan pusat terhadap sejumlah kegiatan di Pemkab mulai sejak 2012 lalu. “Tim dua kali melakukan pemantauan. Pertama dilakukan pada November hingga Desember 2012 dan kembali pada Februari 2013. Pantauan kedua Maret tiga bulan yang lalu,” katanya.

Tim Adipura, kata Didik, melakukan penilaian terhadap seluruh kegiatan kebersihan dan peduli lingkungan perkotaan yang dilakukan oleh Pemkab. Semuanya dipantau untuk melihat ada tidaknya keterkaitan dengan program kreatifitas dalam kebersihan dan lingkungan.

“Sejak awal kita memiliki beberapa kegiatan andalan seperti kegiatan kerja bakti, lomba kebersihan antargang, antarkampung, Jumat besabda ( bersih sehat dan bersepeda , Rabu berseri ( bersih, sehat, rapi, indah, asri ) serta kegiatan lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Didik, berbagai macam kegiatan yang terkait dengan bidang kebersihan dan lingkungan yang dilakukan Pemkab mendapat perhatian serius Pemkab agar menjadi pendukung meraih penghargaan Adipura.

Bahkan sejumlah program yang bermuara pada nilai humanis, seperti memberikan kemudahan pada masyaratakat juga menjadi sasaran penilaian, misalnya dengan perbaikan trotoar untuk memberikan kemudahan pada pejalan kaki, pasar yang semakin membaik, rumah sakit ditata dengan baik. mas

MONUMEN AREK LANCOR PAMEKASAN JADI AJANG BERKUMPUL MUDA MUDI


Pamekasan seputarjatim.com
sudah berjalan 7 hari takterasa melaksanakan puasa di bulan suci ramadhan monomen  arek lancor pada kususnya merupakan lambang bersejarah  bagi kota pamekasan yang mencakup sebagai ibu kota madura dan utupun sangat di sayangkan bila pada waktu pelaksanaan Sholat tarawih banyak terlihat muda mudi asik nongkrong maupun acara pertemuan  muda mudi  sambil pacaran yang semetinya mereka saat  pamit berangkat untuk melaksanakan sholat tarawih di masjid agung asyuh├ódak yang sangat dekat lokasinya dengan Arlan monomen arek lancor.Karna itu sebagai tempat monomen bersejarah sangat tidak etis  bila di jadikan tempat mesum lebih lebih bila para muda mudi sebagai penerus bangsa tidak bisa memegang kepercaan orang tua mereka terhadap apa yang sudah menjadi tugas dan kewajiban anak terhadap ortunya , dan kenyataan untuk mengakali para orang tua anak muda mereka  pamit taraweh di masjid namun bukan ke masjid melaksanakan sholat tarawih akan tetapi asik nongkrong pacaran dengan idaman hatinya tegas Mustofa Spd kepala SDN JALMAK1 pamekasan Dan dia berharap sebagai bentuk keperdulian terhadap kota gerbang salam  pamekasan mengajak masyarakat pada umumnya bersama sama menjaga kenyamanan keasrian kota seperti tujuan para tetuah kita terdahulu dengan menjaga kepribadian moral yang baik insyaAllah tujuan  k[ta sebagai warga pamekasan memiliki nilai jual bagus baik dikalangan sendiri maupun kepada luar daerah serta saya yakin pamekasan akan menjadi kota yang bersih tertip dan aman tambah Mustofa.(sjk)

PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT, DINAS KESEHATAN PAMEKASAN GELAR LAUNCHING GERAKAN TERPADU BANGUN JAMBAN


          Wakil Bupati Pamekasan saat menyerahkan GARDU BAJA secara simbolis terhadap masyarakat
 
Pamekasan – Seputar Jatim
Untuk mewujudkan keberhasilan program pola hidup sehat dan benar, Pemerintah  Kabupaten Pamekasan melalui Dinas kesehatan yang bekerja sama dengan salah satu Bank Swasta di Jawa  Timur Dalam hal ini Bank Jatim Cabang Pamekasan melalui Program CSR (Corporate Social Responsibility) menyerahkan langsung bantuan berupa 300 Unit Jamban kepada Masyarakat. Acara yang di hadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan Khalil asyari, Forpimda Pamekasan dan Muspika Kecamatan Pademawu yang berlangsung di Desa Dasok Kecamatan Pademawu di sambut meriah oleh warga setempat Pasalnya sejauh ini Daerah tempat tinggal mereka masih minim dengan Fasilitas Kesehatan. Dengan di berikannnya bantuan Jamban, Masyarakat dapat terhindar dari penyakit, memiliki sanitasi yang layak dan ikut menjaga kelestarian lingkungan serta pola hidup benar dan sehat dapat terwujud.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan berharap kepada masyarakat agar bisa menggunakan dan menjaga bantuan itu dengan benar. “Bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan kesehatan salah satunya dengan cara memberikan fasilitas bantuan sanitasi kepada masyarakat, namun agar bantuan ini bisa di pergunakan dalam waktu jangka panjang, hendaknya masyarakat membantu menjaga dan merawat fasilitas tersebut dan menggunakannya sesuai dengan fungsinya” Ungkap Khalil dalam sambutannya di acara Launching Gerakan Terpadu Bangun Jamban (Gardu Baja). Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Ismail Bey, Pihaknya akan menargetkan Tahun 2013 Masyarakat di 40 Desa akan mewujudkan Desa ODF (Open Defecation Free) yaitu Desa yang Masyarakatnya sudah dinyatakan bebas dari perilaku buang air di sembarang tempat. “Perlu dukungan dari semua pihak agar target 40 Desa tahun 2013 sudah bebas dari perilaku buang air di sembarang tempat” Ungkap Bey sapaan akrabnya.

Bantuan stimulan pembangunan jamban dialokasikan di 6 wilayah Puskesmas pada 14 Desa yaitu Puskesmas Pademawu mendapatkan 65 unit jamban, Puskesmas Proppo 45 unit jamban, puskesmas Panaguan 40 unit jamban, Puskesmas Kadur 50 unit jamban, Puskesmas Kowel 40 unit jamban dan Puskesmas Tlanakan sebanyak 60 unit jamban. Bentuk bantuan berkesinambungan ini bertujuan agar dapat meningkatkan cakupan jamban sehat , menurunkan kejadian Incidence Rate penyakit yang di sebabkan oleh sanitasi yang kurang baik serta memicu Masyarakat untuk membangun jamban secara Swadaya dan membantu masyarakat yang belum memiliki jamban dengan Dana Sharing. Acara launching tersebut di akhiri dengan Buka Bersama. (pmk-1/adv)

Oknum TU SMAN I Pamekasan Mengamuk Terhadap Tamu


Pamekasan seputarjatim.com
Perilaku salah seorang oknum guru TU SMAN I Pamekasan pagi tadi jam 10.00 wib hari selasa 23 juli 2013 benar benar sudah melampaui batas kemanusiaan  ibu  Kiptiah malah ngamuk ngamuk kepada tamu sekolah SMAN I Pamekasan yang meminta buku tamu untuk mengisi di buku tamu tersebut biar identitas serta keperluan dari tamu bisa dapat di ketahui oleh pihak  sekolah yang  sesuwai dengan prosedur dan selama ini sudah berlangsung sebelumnya pada sekolah.
Kronologisnya ada dua tamu yaitu  bapak  Andi septian dan bapak Lukman Haqim tau tau dibentak bentak dan di marahi  serta disalahkan karena meminta buku tamu untuk diisi oleh kedua tamu   itu  mungkin karena dirinya ibu Kiptiah  TU SMAN I ini merasa terganggu karna ia lagi asik asikan bercanda gurau di ruang guru selama setengah jam dan kemudian ada fihak guru laki laki mengingatkan untuk memberikan buku tamunya kepada kedua tamu namun tak dihiraukan oleh Kiptiah TU SMAN I Pamekasan sempat kaget dua tamu tersebut sempat kaget mungkin ini guru lupa tidak minum obat ujar  andi.
Dan emosional ibu kiptiah sudah memuncak saat itu membuat suasana  ricuh dan kiptiah menampakkan kepada tamu itu  dirinya  Alergi  dengan tamu yang datang ke sekolah kami karena saking banyaknya ujar Kiptiah jadi nampak jelas  bahwa dengan apa yang dilakukan ibu kiptiah kepada tamu ini sudah tidak mencerminkan  sikap saling tenggang rasa dan sopan santun sebagai guru TU sudah lupa, menganggap semua tamu baginya sama padahal tamu septi dan lukman merupakan tamu yang mengunakan etika adat ketimuran dengan baik  tapi bagi oknom guru TU ini dirinyalah yang paling benar sampai berita ini di keluarkan  kepsek masih belum bisa di mintai keterangan. (SJK)

Satuan Kerja Pemerintah Daerah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434H


 
 photo A_zps52893c3b.jpg
 photo A_zps52893c3b.jpg
 photo SELAMAT_zpsebc38975.gif
 photo UcapanAjib-1.jpg
Support : CV ROJO | CV ROJO | Newsmetro
Copyright © 2011. Seputar jatim - All Rights Reserved
Template Created by Seputar Jatim Published by CV ROJO
Proudly powered by Newsmetro